Kamis, 07 Juni 2012

Yang penting kalian bahagia..........



Dalam kehidupan berumah tangga,selalu ada masalah. Itu adalah hal yang wajar. Karena sepasang suami istri itu adalah 2 orang yang berbeda dan tentunya memiliki kepribadian yang berbeda juga.  Sehingga tidak mungkin 2 orang itu akan menjadi 1. Yang perlu mereka lakukan hanyalah saling melengkapi saja, bukan untuk mengubah diri  menjadi seperti si istri atau si suami.
Masalah yang sering terjadi dalam rumah tangga adalah ketika si suami ingin menikah lagi atau berpoligami. Sebagai seorang muslim saya harus mengakui dan mempercayai hukum-hukum ALLAH yang menghalalkan poligami itu. Hukum poligami itu memang ada, tapi bukan hukum yang wajib. Hadi tidak ada dosa bagi orang yang tidak berpoligami dan tidak mau dipoligami.
Jika seandainya nanti saya menikah, memiliki suami dan anak-anak kemudian suami saya ingin berpoligami. Maka silahkan, jika memang dengan menambah istri lagi dia akan bahagia. dia berhak mendapatkan kebahagiaan, begitu pula dengan saya. Saya juga berhak untuk mendapatkan kebahagiaan diri saya sendiri. Dan  Dengan melepaskan dia dari hidup saya, itu akan membuat saya lebih bahagia. daripada makan hati tiap hari ayo..... (mending makan hati ayam..hee). Saya tidak ingin mengambil kebahagiaan orang lain hanya untuk kebahagiaan diri saya sendiri.
Masalah anak, sebenarnya anak itu akan bahagia ketika melihat orang tua mereka bahagia. apakah itu orang tua mereka masih bersama atau pun orang tua mereka sudah berpisah. Yang penting mereka bahagia.
Banyak orang tua egois yang mengatasnamakan kebahagiaan anak. Mereka mempertahankan rumah tangga mereka yang sudah berantakan hanya dengan dalih demi anak. Padahal 2 kepribadian yang sudah sangat jauh berbeda dan tidak bisa saling melengkapi dan saling mengerti  lagi sudah tidak bisa disatukan. Mereka setiap harinya bertengkar. Kenapa mereka harus mempertahankan keadaan seperti itu,? Sampai kapan,?? Mereka sama-sama mempertahankan keegoisan mereka sendiri.  “Kami tidak mau berpisah karena anak-anak kami masih kecil, kasian anak-anak kami”, apa iya seperti itu,??
Menurut saya_itu bukan sesuatu yang dijadikan alasan untuk menyelamatkan anak. Itu hanya alasan mereka karena mereka masih sayang satu sama lainnya. Tapi mereka malu untuk mengakuinya.
Mereka para orang tua juga salah kira. Mereka beranggapan dengan tetap utuhnya keluarga mereka, anak-anak mereka akan bahagia walau pun mereka tetap bertengkar atau saling tidak tegur sapa setiap harinya. Itu akan membuat para anak akan semakin tersiksa.
Buat para orang tua, kenali diri kalian. Kurangi egoisnya kalian. Jangan pernah sekali-kali kalian bertengkar di depan anak-anak kalian, karena itu akan membuat hati mereka keras.
Anak akan tetap bahagia jika kedua orang tuanya bahagia. walau pun kalian masih bersama atau pun kalian sudah berpisah. Yang penting kalian bahagia.
Jangan pernah kalian berfikir, dengan kalian mempertahankan rumah tangga kalian tetapi kalian tersiksa akan membuat anak kalian bahagia. itu akan lebih menyiksa anak-anak kalian. Karena anak-anak kalian tau bagaimana raut wajah kalian yang benar-benar bahagia atau hanya berpura-pura bahagia.
Yang penting kalian bahagia. benar-benar bahagia