Dalam kehidupan berumah tangga,selalu ada masalah. Itu
adalah hal yang wajar. Karena sepasang suami istri itu adalah 2 orang yang
berbeda dan tentunya memiliki kepribadian yang berbeda juga. Sehingga tidak mungkin 2 orang itu akan
menjadi 1. Yang perlu mereka lakukan hanyalah saling melengkapi saja, bukan
untuk mengubah diri menjadi seperti si
istri atau si suami.
Masalah yang sering terjadi dalam rumah tangga adalah ketika
si suami ingin menikah lagi atau berpoligami. Sebagai seorang muslim saya harus
mengakui dan mempercayai hukum-hukum ALLAH yang menghalalkan poligami itu. Hukum
poligami itu memang ada, tapi bukan hukum yang wajib. Hadi tidak ada dosa bagi
orang yang tidak berpoligami dan tidak mau dipoligami.
Jika seandainya nanti saya menikah, memiliki suami dan
anak-anak kemudian suami saya ingin berpoligami. Maka silahkan, jika memang
dengan menambah istri lagi dia akan bahagia. dia berhak mendapatkan
kebahagiaan, begitu pula dengan saya. Saya juga berhak untuk mendapatkan
kebahagiaan diri saya sendiri. Dan
Dengan melepaskan dia dari hidup saya, itu akan membuat saya lebih
bahagia. daripada makan hati tiap hari ayo..... (mending makan hati ayam..hee).
Saya tidak ingin mengambil kebahagiaan orang lain hanya untuk kebahagiaan diri
saya sendiri.
Masalah anak, sebenarnya anak itu akan bahagia ketika
melihat orang tua mereka bahagia. apakah itu orang tua mereka masih bersama
atau pun orang tua mereka sudah berpisah. Yang penting mereka bahagia.
Banyak orang tua egois yang mengatasnamakan kebahagiaan
anak. Mereka mempertahankan rumah tangga mereka yang sudah berantakan hanya
dengan dalih demi anak. Padahal 2 kepribadian yang sudah sangat jauh berbeda
dan tidak bisa saling melengkapi dan saling mengerti lagi sudah tidak bisa disatukan. Mereka
setiap harinya bertengkar. Kenapa mereka harus mempertahankan keadaan seperti
itu,? Sampai kapan,?? Mereka sama-sama mempertahankan keegoisan mereka sendiri. “Kami tidak mau berpisah karena anak-anak
kami masih kecil, kasian anak-anak kami”, apa iya seperti itu,??
Menurut saya_itu bukan sesuatu yang dijadikan alasan untuk
menyelamatkan anak. Itu hanya alasan mereka karena mereka masih sayang satu
sama lainnya. Tapi mereka malu untuk mengakuinya.
Mereka para orang tua juga salah kira. Mereka beranggapan
dengan tetap utuhnya keluarga mereka, anak-anak mereka akan bahagia walau pun
mereka tetap bertengkar atau saling tidak tegur sapa setiap harinya. Itu akan
membuat para anak akan semakin tersiksa.
Buat para orang tua, kenali diri kalian. Kurangi egoisnya
kalian. Jangan pernah sekali-kali kalian bertengkar di depan anak-anak kalian,
karena itu akan membuat hati mereka keras.
Anak akan tetap bahagia jika kedua orang tuanya bahagia.
walau pun kalian masih bersama atau pun kalian sudah berpisah. Yang penting
kalian bahagia.
Jangan pernah kalian berfikir, dengan kalian mempertahankan
rumah tangga kalian tetapi kalian tersiksa akan membuat anak kalian bahagia.
itu akan lebih menyiksa anak-anak kalian. Karena anak-anak kalian tau bagaimana
raut wajah kalian yang benar-benar bahagia atau hanya berpura-pura bahagia.
Yang penting kalian bahagia. benar-benar bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar